PijjarBlog!

Bercerita Tentang Semua Hal .!!

Rabu, 21 Desember 2011

Wanita Mudah Ditebak

Ini kelemahan saya. Saya banyak berteman dengan wanita dan pertemanan ini membuat pikiran saya menjurus kearah skeptis. Jelas, saya sering berpikir skeptis terhadap wanita. Karena begini:

Ada banyak tipikal yang dimiliki oleh pribadi unik yang bernama wanita. Saya berteman dengan wanita manja, suka pesta, rajin membaca, pandai berdandan, agak cengeng, suka merengek, malas menyisir dan bahkan lesbian sekalipun. Ternyata banyak wanita yang memiliki kesamaan. Banyak wanita suka ke salon, tetapi tidak semua. Ada wanita yang merokok, tetapi juga banyak yang alergi sama asap. Ada juga wanita yang gemar menunjukkan dirinya cantik tanpa harus mengatakannya, tetapi ada juga yang malu-malu terhadap kekurangan fisiknya secara kasat mata. Tetapi ini tidak begitu menarik untuk dibahas, karena semua wanita pada dasarnya sama, yaitu menarik untuk diperbincangkan. Karena topik yang satu ini adalah topik yang lebih menarik, yaitu wanita selalu punya sudut pandang tersendiri terhadap pria.

Sudut pandang seorang wanita tentang seorang pria, tergantung pada beberapa hal :

Pertama,
  sudut pandangnya terhadap pria dipengaruhi oleh pengalaman dan masa lalu. Misalnya, ketika pertama kali ia mengenal seorang pria melalui sosok ayahnya sendiri. Jika ayahnya baik, suka memberinya hadiah, maka secara tidak langsung, wanita menganggap bahwa pria adalah pribadi yang baik dan melindungi dan patut memberikan wanita perhatian lewat hadiah. Tetapi jika ayahnya memiliki kebiasaan buruk, yaitu suka memukul, bicara kasar dan sejenisnya, maka sosok pria yang ada diotak wanita adalah sosok yang menyeramkan dan tidak pantas didekati. Demikian juga jika wanita seringkali disakiti oleh mantan pacarnya. Mantan pacarnya sering selingkuh, atau mantan pacarnya sering berbohong, maka, untuk mempercayai pria baik yang ingin mengenalnya lebih dalam, wanita tersebut akan kesulitan.

Kedua,
 sudut pandang wanita tentang seorang pria, tergantung pada lingkungan. Ini bicara lingkungan persahabatan, tempat yang menentukan sejauh mana wanita tersebut bisa mengenal dan mengetahui seorang pria. Contoh : Wanita yang 80% lebih dekat dengan teman pria, ketimbang wanita. Sekarang lihat pria-pria seperti apa yang ada disekitarnya. Maka, sama seperti pria yang ada disekitarnya, begitulah mereka mengenal dan menyimpulkan seperti apa seorang pria. Misal, pria disekililingnya adalah pria yang tidak pernah serius, selalu membicarakan hal-hal cabul dan sebagainya. Maka yang terjadi adalah, dibagian otaknya akan tertanam bahwa “setiap melihat wanita, yang pertama terlintas dipikiran pria adalah nafsu birahi.” Demikian sebaliknya, jika wanita berada ditengah pria-pria jenius, mapan dan berwawasan luas, maka yanga ada dipikiran wanita adalah pria yang sebenarnya adalah pria yang harus pintar, siap dalam segi materi, juga memiliki wawasan yang tidak sempit. Ketika wanita itu melihat pria yang secara penampilan berantakan, dan gaya bicaranya terlalu blak-blakan, maka pria tersebut akan diremehkan.
Tetapi jika wanita tersebut lebih sering berada dilingkungan sesama jenis, artinya perkumpulan sesama wanita, maka sudut pandangnya terhadap seorang pria tergantung pada isi topik, inti gosip dan berbagai pembahasan tentang pria yang seringkali mereka bicarakan. Ini bicara jatidiri. Jika sedikit saja wanita tidak berpikir secara idealis, maka apa yang diperkatakan sekitarnya, akan dianggapnya sebagai ilmu pengetahuan. Terkadang perkumpulan wanita langsung merangkai teori-teori sendiri tentang seorang pria. Tidak peduli bagaimana, ketika mereka saling berbagi kisah tentang seberapa jauh mereka mengenal pria, maka kesimpulannya adalah total daripada seluruh kisah yang diteguk telinganya.

Ketiga,
sudut pandang wanita tentang pria juga tergantung pada cara berpikir wanita itu sendiri. Ini bicara karakter asli, sifat dasar dan kualitas hati. Seberapa banyak pengalamannya, seberapa banyak lingkungannya, wanita seperti ini adalah wanita yang tidak mudah terpengaruh terhadap apa kata orang. Jika ia melihat sesuatu yang buruk tentang pria, ia belum tentu berpikir bahwa semua pria adalah buruk. Wanita seperti ini selalu menelaah dan berpikir secara positif tetapi kritis tentang wujud dan tingkah laku pria. Kadang, mereka sendiripun bisa menciptakan kriteria ideal pria untuk dirinya sendiri. Pria yang hanya cocok untuk pribadinya dan tidak perlu cocok untuk orang-orang disekitarnya. Mereka menganggap masa lalu sebagai pelajaran, dan masa depan adalah kejadian dan fakta yang belum tentu sama dengan masa lalu. Jika hatinya yang berkualitas itu sudah sanggup mencintai seseorang, maka ia tidak mengizinkan suara suram apapun yang mencoba mengguncang ketetapan hatinya. Wanita yang seperti ini, hebat.


Hal tersulit yang dihadapi wanita ketika ia jatuh cinta adalah mengambil keputusan. Saya tidak bicara bahwa wanita harus menyatakan cinta kepada pria lebih dulu. Karena ini bicara tentang keputusan yang dibuat wanita itu sendiri, hanya dengan diskusi terhadap pribadi didalam dirinya sendiri. Jika ada wanita yang sedang dekat dengan seorang pria, namun ia bertanya kesebelahnya, berarti wanita tersebut masih memiliki keraguan tentang rasa macam apa yang sedang bicara didalam hatinya. Apakah emosi, penasaran, iseng-iseng, atau memang jatuh cinta beneran. Hati-hati, terlalu banyak curhat kepada sekeliling anda, tetapi tidak memilah-milih siapa yang sebenarnya pantas memberikan anda masukan, hasilnya adalah kekeliruan yang luar biasa. Terlalu banyak curhat kesana sini, setiap hari dan seringkali bisa mengakibatkan anda tidak begitu percaya terhadap kata hati sendiri. Anda menjadi orang yang ditentukan oleh apa kata orang, apa pendapat orang.

Tetapi ini tidak berarti curhat itu dilarang. Bukankah akan terdengar bijak, jika curhat dijadikan suatu sarana supaya anda tidak gegabah dan mampu mempertimbangkan keputusan mana yang tepat. Yang jelas, kata hati itu penting untuk lebih didengar ketimbang kata-kata orang lain.

Nah, kadang priapun hina. Ketika seluruh pria melingkar membicarakan wanita, yang dibicarakan mereka adalah topik yang tidak pantas didengar langsung oleh wanita. Tapi ini wajar. Memang kebanyakan pria seperti itu. Yang jelas, pria adalah pribadi yang fleksibel. Ia tidak akan membicarakan hal-hal yang tidak wajar didengar wanita, ketika wanita itu ada disampingnya. Tetapi ketika hanya pria yang berkumpul, seluruh uneg-unegnya tertumpah ruah.
Jangan dihiraukan. Priapun sama, mereka hanya perlu bicara dan bertanya pada dirinya sendiri. Hal yang membedakan pria hanyalah bahwa pria lebih sering mengkhayal ketimbang wanita. Apa yang diucapkannya, belum tentu semata-mata berasal dari hati dan perasaan. Sebagian besar adalah imajinasi. Didalam canda, mereka lepas bicara tanpa pikir panjang, dan acuh kepada siapapun yang mendengar. Sudahlah.. Jika ingin melihat letak keseriusannya, selami matanya, teliti mimik wajahnya.


Maka sebenarnya salah jika sebagai pria, saya masih harus skeptis terhadap wanita. Karena ternyata semua wanita punya ciri khas. Memang perlu jika saya meneliti lebih dalam tentang dimana, siapa saja, dan seperti apa tempat lingkungannya berkumpul. Tetapi lebih penting, saya hanya perlu menelaah tentang seberapa ia percaya terhadap kata hatinya sendiri. Karena ternyata semua pria, punya kemungkinan untuk dicintai. Jika ada wanita yang masih ketergantungan sama apa kata orang, berarti anggaplah itu nasibnya untuk tidak lagi diperhitungkan.
Hey, jumlah wanita diplanet ini 3 kali lipat banyaknya dibanding pria. Sudah takdir bagi wanita, bahwa merekalah yang sepatutnya berkompetisi untuk memilih kaum pria, kaum para pemimpin.
Hanya karena semua ini, banyak wanita mudah ditebak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar