Sebagian orang mungkin mudah mengungkapkan
Isi hati dan perasaannya
Namun Saat lidah sulit mengungkapkan isi hati yg sesungguh nya
Aku mulai memainkan jemariku, mengukir kata dalam lembaran” putih
Seperti lembar” kehidupan, aku menulis seakan menari” mengikuti irama hati
Ada beberapa hal yg bisa kita ungkapkan ke orang lain
Namun banyak hal yg harus kita simpan dalam hati
Karena dengan tulisan aku mampu menceritakan
Segala keluh kesah ku tanpa harus menunggu dia muak
Karena mendengarkan segala nya…..
Tulisan ku adalah sahabat ku
Karena dia slalu ada waktu untuk mendengar curahan ku kapan pun
Tulisan ku adalah sahabat ku
Karena dia tak mungkin menghianati ku
Tulisan ku adalah sahabat ku
Karena dengan tulisan ku aku aku bisa bercerita sesuka ku
Saat aku menuangkan isi hati dalam tulisan ku
Aku buta karena aku tak ingin melihat kebelakang lg
Saat aku menorehkan pikiran ku dalam tulisan ku
Aku tuli karena aku tak ingin mendengar suara” lain selain suara hati ku
Saat aku melukiskan perasaan ku dalam tulisan ku
Aku lumpuh karena aku tak ingin beranjak sebelum semua
Isi hati dan persaan kumuntahkan kedalam tulisan ku
Tulisan ku adalah sahabat ku
Karena dia slalu ada waktu untuk mendengar curahan ku kapan pun
Tulisan ku adalah sahabat ku
Karena dia tak mungkin menghinati ku
Tulisan ku adalah sahabat ku
Karena dengan tulisan ku aku aku bisa bercerita sesuka ku
Jika tulisan ku mampu menjelma menjadi sesuatu
akan selalu ku jaga semampu ku
Karena hanya kau yang tau isi hati ku menyimpan nya jauh
dalam lubuk hati ku
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 10 November 2011
Jumat, 04 November 2011
Indahnya mencinta ?
maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu..
Maka dengarlah..
Saat ku jatuh cinta..
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya akan diam..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.
Tak akan ku menggoreskan..
Yang ku lakukan hanyalah diam..
Aku tahu, cinta adalah fitrah..sebuah anugrah tak terperih..
Karena cinta adalah kehidupan.
Karena rasa itu adalah cahaya.
Aku tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita..
Namun.. Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun.
Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna.
Cinta terkadang mbuatmu bahagia, namun tak jarang mbuatmu menderita.
Cinta ada kalanya manis bagaikan gula,
Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir.
Cinta adalah perangkap rasa..
Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama
dalam lingkaran derita.
Agar kau dapat keluar dari belenggu itu.
Dan mampu melaluinya dgn anggun..
Maka mencintailah dalam hening.
Dalam diam..
Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari.
Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan.
Jangan kau umbar rasamu.
Jangan kau tumpahkan segala sukamu..
Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang..
Kita percaya takdir bukan?
Kita tahu dengan sangat jelas...
Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya?
Jadi, apa yang kau risaukan?
Biarkan Allah yg mengaturnya,
Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja..
Maka, ku beritahukan padamu,
Pegang kendali hatimu..Jangan kau lepaskan.
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu..
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan..
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..
yg kau butuhkan melalui semuanya hanya waktu, sabar dan percaya..
Maka, peganglah kendali hatimu,
Lalu..Arahkan pd Nya..
Dan cintailah dalam diam..
Dalam hening..
Itu jauh lebih indah..
Jauh lebih suci..
hmm..benarkah?..tentunya semua punya pengertian masing2...
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu..
Maka dengarlah..
Saat ku jatuh cinta..
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya akan diam..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.
Tak akan ku menggoreskan..
Yang ku lakukan hanyalah diam..
Aku tahu, cinta adalah fitrah..sebuah anugrah tak terperih..
Karena cinta adalah kehidupan.
Karena rasa itu adalah cahaya.
Aku tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita..
Namun.. Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun.
Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna.
Cinta terkadang mbuatmu bahagia, namun tak jarang mbuatmu menderita.
Cinta ada kalanya manis bagaikan gula,
Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir.
Cinta adalah perangkap rasa..
Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama
dalam lingkaran derita.
Agar kau dapat keluar dari belenggu itu.
Dan mampu melaluinya dgn anggun..
Maka mencintailah dalam hening.
Dalam diam..
Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari.
Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan.
Jangan kau umbar rasamu.
Jangan kau tumpahkan segala sukamu..
Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang..
Kita percaya takdir bukan?
Kita tahu dengan sangat jelas...
Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya?
Jadi, apa yang kau risaukan?
Biarkan Allah yg mengaturnya,
Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja..
Maka, ku beritahukan padamu,
Pegang kendali hatimu..Jangan kau lepaskan.
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu..
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan..
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..
yg kau butuhkan melalui semuanya hanya waktu, sabar dan percaya..
Maka, peganglah kendali hatimu,
Lalu..Arahkan pd Nya..
Dan cintailah dalam diam..
Dalam hening..
Itu jauh lebih indah..
Jauh lebih suci..
hmm..benarkah?..tentunya semua punya pengertian masing2...
Rabu, 02 November 2011
Kesepian
Kesepian itu bukan sepotong kue
yang ingin aku bagikan.
Tidak juga kepada kamu.
Rasa sepi ini
biar aku nikmati sendiri.
Karena sepi adalah kekasihku:
yang tidak mengenal waktu
tidak mengenal ruang
tidak mengenal kamu
tidak mengenal mereka
tidak mengenal lelah.
Ya. Rasa sepi itu posesif.
Kamu tahu kan maksudnya?
Senin, 06 Juni 2011
Lelah
Jalan sendirian di tengah-tengah kegelapan
Hanya tuk mencari suatu kepastian
Tanpa petunjuk dan segala panduan
Hanya mengharap menunggu suatu keajaiban
Berawal dari cerita seorang jagoan
Hidupnya berakhir dari segala kepahitan
Berjuang melawan semua keadaaan
Sulit susah sakit dan kepedihan
Belum lagi sembuh dari kepedihan
Berharap mendapat perhatian dan pujian
Berakhir dengan celoteh, cacian, dan makian
Lengkap sudah semua segala penderitaan
Mungkin kamu pernah sempat mendengarkan lagu lama
Cerita seorang lelaki yang datang dari desa
Berbekal sebuah gitar tua datang ke ibukota
Dengan penuh harapan menjadi seorang biduan
Baru ku sadari sekarang semuanya
Mungkin benar aku ini seorang pemimpi
Yang sedang mencari jati diri
Kau paksakan aku terjerumus amarah
Segala yang ku tanyakan kau bersilat lidah
Aku yang sering kau sebut manusia payah
Ku balas kau dengan sebutan manusia rendah
Segala sumpah serapahku kau anggap semua sampah
Percuma kau menyumpahku takkan pernah goyah
Mendingan kau nikmati satu yang begitu indah
Pandangi saja aku punya jari tengah
Lelah, cepatnya kau menyerah (lelah kau menyerah)
Benci, satu yang tersembunyi (benci tersembunyi)
Hilang, terbang entah ke mana (hilang entah ke mana)
Tapi kita masih bisa bersama (masih bisa bersama)
Mungkin memang harus ada forsiga
Walau aku sudah bosan bermain dengan kata-kata
Tapi kuat rasanya sudah sampai di sana
Biarkan ku bicara daripada menderita
Segala sumpah serapahku kau anggap semua sampah
Percuma kau menyumpahku takkan pernah goyah
Mendingan kau nikmati satu yang begitu indah
Pandangi saja aku punya jari tengah
Lelah
Hanya tuk mencari suatu kepastian
Tanpa petunjuk dan segala panduan
Hanya mengharap menunggu suatu keajaiban
Berawal dari cerita seorang jagoan
Hidupnya berakhir dari segala kepahitan
Berjuang melawan semua keadaaan
Sulit susah sakit dan kepedihan
Belum lagi sembuh dari kepedihan
Berharap mendapat perhatian dan pujian
Berakhir dengan celoteh, cacian, dan makian
Lengkap sudah semua segala penderitaan
Mungkin kamu pernah sempat mendengarkan lagu lama
Cerita seorang lelaki yang datang dari desa
Berbekal sebuah gitar tua datang ke ibukota
Dengan penuh harapan menjadi seorang biduan
Baru ku sadari sekarang semuanya
Mungkin benar aku ini seorang pemimpi
Yang sedang mencari jati diri
Hidup sendiri dikelilingi para pembenci
Jalani hari-hari dengan penuh caci maki
Tak ada yang membela dan menjaga aku lagi
Apa arti sahabat sejati
Persetan kalian semua aku tak peduli
Kau paksakan aku terjerumus amarah
Segala yang ku tanyakan kau bersilat lidah
Aku yang sering kau sebut manusia payah
Ku balas kau dengan sebutan manusia rendah
Segala sumpah serapahku kau anggap semua sampah
Percuma kau menyumpahku takkan pernah goyah
Mendingan kau nikmati satu yang begitu indah
Pandangi saja aku punya jari tengah
Lelah, cepatnya kau menyerah (lelah kau menyerah)
Benci, satu yang tersembunyi (benci tersembunyi)
Hilang, terbang entah ke mana (hilang entah ke mana)
Tapi kita masih bisa bersama (masih bisa bersama)
Mungkin memang harus ada forsiga
Walau aku sudah bosan bermain dengan kata-kata
Tapi kuat rasanya sudah sampai di sana
Biarkan ku bicara daripada menderita
Segala sumpah serapahku kau anggap semua sampah
Percuma kau menyumpahku takkan pernah goyah
Mendingan kau nikmati satu yang begitu indah
Pandangi saja aku punya jari tengah
Lelah
Senin, 30 Mei 2011
Negeri Ngomong -- Negeriku Indonesia - Puisi / Sajak Karya Febri Yanti The Notes Of A Fully Wronger
ketika hak diagung-agungkan
sementara kewajiban disepelekan
adakah keadilan akan tercapai
ketika unjuk rasa merajalela
sementara rakyat tetap menderita
adakah anarkisme adalah penyelesaian
ketika orang-orang pintar angkat bicara
sementara bukti hanyalah ilusi
adakah pendidikan hanyalah omong kosong
ketika bencana telah terjadi
sementara insyaf tidak pernah ada
adakah doa akan merubah keadaan
ketika semua orang menuntut
sementara janji sekedar janji
adakah Indonesia adalah negeri omong
ya...
semua orang boleh ngomong
di negeri ngomong--negara Indonesia
tua muda,laki perempuan,kaya miskin
semuanya ngomong....ngomong sana sini
biar bodoh asal ngomong
biar pintar tambah pintar
pintar ngomong doank!
ya,,,begitulah di Indonesia
sebuah negeri omong yang makmur
tapi hutangnya minta ampun
karena kekayaan hanya dari sektor omong
hukum harus ditegakkan
korupsi harus diberantas
kemiskinan harus di tanggulangi
HAM harus ditegakkan
kejahatan harus ditumpas
kebebasan harus dinomorsatukan
karena ini negara demokrasi
jadi demokrasi harus diomongkan
itulah sekelumit omong-omong
di negeri omong--Indonesia
mari ngomong
kalau gak ngomong
gak bisa makan euy....
sementara kewajiban disepelekan
adakah keadilan akan tercapai
ketika unjuk rasa merajalela
sementara rakyat tetap menderita
adakah anarkisme adalah penyelesaian
ketika orang-orang pintar angkat bicara
sementara bukti hanyalah ilusi
adakah pendidikan hanyalah omong kosong
ketika bencana telah terjadi
sementara insyaf tidak pernah ada
adakah doa akan merubah keadaan
ketika semua orang menuntut
sementara janji sekedar janji
adakah Indonesia adalah negeri omong
ya...
semua orang boleh ngomong
di negeri ngomong--negara Indonesia
tua muda,laki perempuan,kaya miskin
semuanya ngomong....ngomong sana sini
biar bodoh asal ngomong
biar pintar tambah pintar
pintar ngomong doank!
ya,,,begitulah di Indonesia
sebuah negeri omong yang makmur
tapi hutangnya minta ampun
karena kekayaan hanya dari sektor omong
hukum harus ditegakkan
korupsi harus diberantas
kemiskinan harus di tanggulangi
HAM harus ditegakkan
kejahatan harus ditumpas
kebebasan harus dinomorsatukan
karena ini negara demokrasi
jadi demokrasi harus diomongkan
itulah sekelumit omong-omong
di negeri omong--Indonesia
mari ngomong
kalau gak ngomong
gak bisa makan euy....
Selasa, 02 November 2010
Aku dan Diriku
aku diam …
satu per satu tubuhku terlerai perlahan
bagai debu beterbangan
bersatu dengan alam fana
tinggallah cahaya putih
redup penuh keraguan
bersembunyi di sudut kalbu
tampak ketakutan
cahayanya sesekali menghilang
nyaris tak terlihat ada sebuah cermin
kusam, berdebu dan bernoktah hitam
wajahku hampir tak kelihatan
cermin itu hanya terdiam kelam
aku bertanya pada diriku
siapakah yang kulihat itu
sesaat aku tak mengenali
ya hampir tak ku kenali
aku dan diriku …
aku tersentak …
diriku tampak lelah
guratan wajahnya mencerminkan pergulatan
pertarungan panjang tiada berkesudahan
namun …
sesekali nampak tersenyum
senyum dalam kegetiran
tertawa dalam kegelisahan
aku mendekat …
diriku sedikit bangkit
tertahan …
kegelapan mencengkeram
menenggelamkan cahaya yang bimbang
menariknya secara perlahan
aku mengejar …
aku dan diriku …
aku terpaku …
diriku menatapku lemah
seoalah tiada jalan dan pasrah
aku senyum…
kuulurkan tanganku
“sambutlah tanganku…”
diriku tampak ragu
“akankah kau membantuku…?”
“ya…percayalah padaku”
perlahan jasadku kembali bersatu
aku dan diriku …
satu per satu tubuhku terlerai perlahan
bagai debu beterbangan
bersatu dengan alam fana
tinggallah cahaya putih
redup penuh keraguan
bersembunyi di sudut kalbu
tampak ketakutan
cahayanya sesekali menghilang
nyaris tak terlihat ada sebuah cermin
kusam, berdebu dan bernoktah hitam
wajahku hampir tak kelihatan
cermin itu hanya terdiam kelam
aku bertanya pada diriku
siapakah yang kulihat itu
sesaat aku tak mengenali
ya hampir tak ku kenali
aku dan diriku …
aku tersentak …
diriku tampak lelah
guratan wajahnya mencerminkan pergulatan
pertarungan panjang tiada berkesudahan
namun …
sesekali nampak tersenyum
senyum dalam kegetiran
tertawa dalam kegelisahan
aku mendekat …
diriku sedikit bangkit
tertahan …
kegelapan mencengkeram
menenggelamkan cahaya yang bimbang
menariknya secara perlahan
aku mengejar …
aku dan diriku …
aku terpaku …
diriku menatapku lemah
seoalah tiada jalan dan pasrah
aku senyum…
kuulurkan tanganku
“sambutlah tanganku…”
diriku tampak ragu
“akankah kau membantuku…?”
“ya…percayalah padaku”
perlahan jasadku kembali bersatu
aku dan diriku …
Langganan:
Postingan (Atom)
